Usaha ya nak!
...Kawan bila kau makan buah..
...Pasti berbeda-beda rasanya..
...Ada rasa asam, juga rasa manis..
...Ada juga yang manis-manis asam..
Reff:
Buahnya dari pohon yang sama
Disiram dengan air serupa
Kenapa rasanya jadi beda
Itulah tanda kebesaranNya
(nasyid Anak Muthia)
Habib sudah mencoba rasa buah2an kan ya.. Buah pisang rasanya manis... Buah pepaya juga, kalo buah jeruk? ada yang manis ada yang asam. Habib kurang begitu suka dengan jeruk, tapi masih doyan juga sih.
Biasanya Habib sambil pakai baju distel-in nasyid. Kalo ngedengerin liriknya mengingatkan pada kekuasaan ALLAH yang menciptakan makhluknya tidak ada yang serupa.
Habib pernah liat ada bapak tua yang bertongkat karena kedua kakinya gak bisa digunakan untuk berjalan. Waktu itu Habib lagi nunggu ayah di ARH, bapak itu mencuci pakaiannya di tempat wudhu ikhwan (laki-laki). Habib memperhatikan sampai-sampai gak bergeming, bapak itupun tersenyum kepada Habib. Habib tersenyum juga. :)
Siapapun kita sebagai makhluk ALLAH berusaha adalah suatu kewajiban. Bapak tua itu berusaha untuk membersihkan pakaiannya walaupun sangat sulit dalam benak kita. Tangannya memegang sikat, sementara kakinya menggantung lemah di tanah. Padahal kedua tangannya masih ditopang dengan tongkat.
Selesai mencuci, bapak itu membersihkan tangan dan kakinya. Caranya? dengan mengangkat ember bekas cat yang juga tempat pakaian kotor tadi dengan mulutnya. Kemudian ditumpahkan ke kakinya.
Ada pelajaran buat kita nak, bahwa seburuk apapun kondisi kita jangan lah terpaku dengan bantuan orang lain.
"Laa yu kalifullahu nafsan illa 'usahaa'
tidaklah ALLAH memberikan suatu kecuali sesuai kemampuan diri
Usaha..Ikhtiar...Berdoa ...Tawakal...
Berusahalah kemudian bertawakallah
ALLAH mencintai hambaNya yang selalu berusaha. Mandiri tidak terikat dengan makhluk, sebab jika engkau terikat dengan makhluk sulitlah nanti membalasnya. Makhluk itu kadang ada yang selalu ingin meminta balasan bila ia memberi walaupun sekedar ucapan terima kasih.
Karenanya berusahalah dengan ikhlas, berbuat baik dengan ikhlas, jikalau ada yang mengucapkan terima kasih ataupun balasan yang lain itu hanya efek dari keikhlasanmu. Berterimakasihlah kepada ALLAH dengan syukurmu dan mintalah hanya kepadaNya ampunan atas kekhilafanmu.
...Pasti berbeda-beda rasanya..
...Ada rasa asam, juga rasa manis..
...Ada juga yang manis-manis asam..
Reff:
Buahnya dari pohon yang sama
Disiram dengan air serupa
Kenapa rasanya jadi beda
Itulah tanda kebesaranNya
(nasyid Anak Muthia)
Habib sudah mencoba rasa buah2an kan ya.. Buah pisang rasanya manis... Buah pepaya juga, kalo buah jeruk? ada yang manis ada yang asam. Habib kurang begitu suka dengan jeruk, tapi masih doyan juga sih.
Biasanya Habib sambil pakai baju distel-in nasyid. Kalo ngedengerin liriknya mengingatkan pada kekuasaan ALLAH yang menciptakan makhluknya tidak ada yang serupa.
Habib pernah liat ada bapak tua yang bertongkat karena kedua kakinya gak bisa digunakan untuk berjalan. Waktu itu Habib lagi nunggu ayah di ARH, bapak itu mencuci pakaiannya di tempat wudhu ikhwan (laki-laki). Habib memperhatikan sampai-sampai gak bergeming, bapak itupun tersenyum kepada Habib. Habib tersenyum juga. :)
Siapapun kita sebagai makhluk ALLAH berusaha adalah suatu kewajiban. Bapak tua itu berusaha untuk membersihkan pakaiannya walaupun sangat sulit dalam benak kita. Tangannya memegang sikat, sementara kakinya menggantung lemah di tanah. Padahal kedua tangannya masih ditopang dengan tongkat.
Selesai mencuci, bapak itu membersihkan tangan dan kakinya. Caranya? dengan mengangkat ember bekas cat yang juga tempat pakaian kotor tadi dengan mulutnya. Kemudian ditumpahkan ke kakinya.
Ada pelajaran buat kita nak, bahwa seburuk apapun kondisi kita jangan lah terpaku dengan bantuan orang lain.
"Laa yu kalifullahu nafsan illa 'usahaa'
tidaklah ALLAH memberikan suatu kecuali sesuai kemampuan diri
Usaha..Ikhtiar...Berdoa ...Tawakal...
Berusahalah kemudian bertawakallah
ALLAH mencintai hambaNya yang selalu berusaha. Mandiri tidak terikat dengan makhluk, sebab jika engkau terikat dengan makhluk sulitlah nanti membalasnya. Makhluk itu kadang ada yang selalu ingin meminta balasan bila ia memberi walaupun sekedar ucapan terima kasih.
Karenanya berusahalah dengan ikhlas, berbuat baik dengan ikhlas, jikalau ada yang mengucapkan terima kasih ataupun balasan yang lain itu hanya efek dari keikhlasanmu. Berterimakasihlah kepada ALLAH dengan syukurmu dan mintalah hanya kepadaNya ampunan atas kekhilafanmu.
Comments