Ngelap lantai
Habib masih aja suka ‘ngambek’ kalo gak dituruti yang dimauinya. Hmmm….Bunda musti extra sabaaaar…gimana enggak ya…semua hal pasti aja ujung-ujungnya nangis.
Sore kemarin Bunda pulang kantor perlu masak sayur nih karena gak ada apa-apa untuk makan malam, sayur yang dimasak pagi dah habis..bis..bis!
Jadinya habis shalat maghrib berjibaku lagi di dapur, Habib sih masih aja mondar-mandir…sambil bersenandung bahasamu nak!
Dia tahu kalo Bunda mau masak niiih..jangan diganggu dulu.
But itu gak berlangsung lama, keburu Ayah dah masuk ke kamar mandi, Habib bawa puzzle dari plastik ke Bunda dan minta dipasangkan.
“Na..na..na…” ucapnya sambil menyodorkan puzzlenya ke Bunda yang sedang menggoreng udang.
“Iya Nak, ada apa dengan puzzle-nya? “sahut Bunda.
“Nanana..nana…” memohon lagi sambil setengah menangis
“O..Habib minta dibantu masang puzzle ya…?..” sambil mengambil puzzle yang ditangan Habib.
“Udah terpasang nih!…Eeeeeh..gajahnya bisa lari…kejaaar Habiiiiiib…”seru Bunda sambil menjalankan puzzle ke badan Habib yg mengikuti seperti di kejar. Habib tertawa geli…”hee..he .he.he..”
Jadilah Habib gak di dapur lagi. Habib ke ruang depan lagi. Bunda melanjutkan masak.
Gak lama……
“Ehhhh….Na..na.na.na..”Habib bersuara
Bunda liat sudah memegang kotak susu dan mau menuang di gelas plastiknya.
“Habib mau minum susu?..”
“He eh!” angguknya
“Sebentar ya sayang, udangnya Bunda balik dulu nanti gosong”seru Bunda sambil membalik udang.
“Naaaa…a…”teriaknya lagi
Buru-buru mendekat
“O…Habib pipisnya..”kata Bunda
Geleng-geleng kepala…
“Lhaa ini basah…coba pegang celananya..basah kaan…ini namanya Habib sudah pipis..”jelas Bunda
Habib nyengir….”Hehehe…”
“Ayo kita buka ya celananya, coba angkat kakinya..yup! Alhamdulillah.., sebentar jangan kemana-mana dulu masih licin lantainya, Bunda ambil lap dulu..”minta Bunda.
Segera Bunda lap pipis Habib…tapi keburu harus mengangkat udang yang hampir gosong, Bunda belum mengepel ulang dan lap masih ada di bawah kaki Habib.
Begitu Bunda selesai mematikan kompor, kembali ke Habib..What are you doing my son? Pikirku.
“Subhannallah…anak pinter…susunya tumpah ya sayang..”
Bunda liat Habib sedang mengelap lantai yang tertumpahi susunya.
“Habib lagi ngelap lantai yang basah ya Nak?…anak pinter ya..”sambil Bunda cium dan peluk Habib.
Habib nyengir…
Sore kemarin Bunda pulang kantor perlu masak sayur nih karena gak ada apa-apa untuk makan malam, sayur yang dimasak pagi dah habis..bis..bis!
Jadinya habis shalat maghrib berjibaku lagi di dapur, Habib sih masih aja mondar-mandir…sambil bersenandung bahasamu nak!
Dia tahu kalo Bunda mau masak niiih..jangan diganggu dulu.
But itu gak berlangsung lama, keburu Ayah dah masuk ke kamar mandi, Habib bawa puzzle dari plastik ke Bunda dan minta dipasangkan.
“Na..na..na…” ucapnya sambil menyodorkan puzzlenya ke Bunda yang sedang menggoreng udang.
“Iya Nak, ada apa dengan puzzle-nya? “sahut Bunda.
“Nanana..nana…” memohon lagi sambil setengah menangis
“O..Habib minta dibantu masang puzzle ya…?..” sambil mengambil puzzle yang ditangan Habib.
“Udah terpasang nih!…Eeeeeh..gajahnya bisa lari…kejaaar Habiiiiiib…”seru Bunda sambil menjalankan puzzle ke badan Habib yg mengikuti seperti di kejar. Habib tertawa geli…”hee..he .he.he..”
Jadilah Habib gak di dapur lagi. Habib ke ruang depan lagi. Bunda melanjutkan masak.
Gak lama……
“Ehhhh….Na..na.na.na..”Habib bersuara
Bunda liat sudah memegang kotak susu dan mau menuang di gelas plastiknya.
“Habib mau minum susu?..”
“He eh!” angguknya
“Sebentar ya sayang, udangnya Bunda balik dulu nanti gosong”seru Bunda sambil membalik udang.
“Naaaa…a…”teriaknya lagi
Buru-buru mendekat
“O…Habib pipisnya..”kata Bunda
Geleng-geleng kepala…
“Lhaa ini basah…coba pegang celananya..basah kaan…ini namanya Habib sudah pipis..”jelas Bunda
Habib nyengir….”Hehehe…”
“Ayo kita buka ya celananya, coba angkat kakinya..yup! Alhamdulillah.., sebentar jangan kemana-mana dulu masih licin lantainya, Bunda ambil lap dulu..”minta Bunda.
Segera Bunda lap pipis Habib…tapi keburu harus mengangkat udang yang hampir gosong, Bunda belum mengepel ulang dan lap masih ada di bawah kaki Habib.
Begitu Bunda selesai mematikan kompor, kembali ke Habib..What are you doing my son? Pikirku.
“Subhannallah…anak pinter…susunya tumpah ya sayang..”
Bunda liat Habib sedang mengelap lantai yang tertumpahi susunya.
“Habib lagi ngelap lantai yang basah ya Nak?…anak pinter ya..”sambil Bunda cium dan peluk Habib.
Habib nyengir…
Comments