Pak Guru dan Murid
Seperti biasa, pagi-pagi kalo hari Sabtu Habib nganterin dan nunggu Bunda Tatsqif.
Selesai beres-beres, bekal minum dan biscuit sudah di tas kecil, Habib ikut Ayah dan Bunda.
Sampai di tempat, Bunda naik ke kelas. Habib main sama Ayah.
Kata Ayah, Habib main di dalam ruang kelas sama Ayah.
Ayah kan lagi ngajarin baca seperti Pak Guru dan muridnya.
Habib didudukan di bangku dekat whiteboard, terus Ayah mengambil penghapus dan mengetukkannya ke whiteboard. Seolah-olah membaca.
Tapiiiiii…Habib gak mau…
Habib ngambil penghapus yang ada di Ayah, terus Ayah diminta duduk di kursi dan Habib yang jadi Pak Gurunya…sambil meniru yang dikatakan Ayah tadi,
“Ta..Ta..” katanya.
Ayah tertawa geli.
Terus berhubung kelas akan dipakai sama ibu-ibu BIK akhirnya Habib dan Ayah main di luar lagi. Di luar kelas Habib ternyata masih ingin main di dalam lagi, kan Ayah malu nih ceritanya karena isi kelasnya ibu-ibu semua..hehehe.
Habib dibawa keluar dan nangis..huhuhuhu..
Bunda di atas sampe denger nangisnya Habib, Cuma liat jam masih 5 menit lagi.
Hmmm..jadilah nunggu sampe kelar.
Selesainya Bunda Tatsqif, buru-buru turun dan liat Habib sudah megang segelas air mineral…sambil tertawa digendong Ayah.
“Hehehe….”sapanya dengan tertawa.
“Haus ya Bib, Ayah lupa ya kalo ada air di tas merah?” kata Bunda.
“Emang ada ya…” Tanya Ayah
“Ya..si Ay-Ay…”
“Ayuk kita pulang Bib…pake sepatunya ya.., Hup! Naik motor…Bismillahirrahmanirrahim”..
Di jalan Habib megang kaca-mata Bunda..ternyata jatuh di jalan. Habib sepertinya merasa bersalah gitu loh, karena diam saja dan jari-jari tangannya digerak2an.
“Jatuh ya Nak, kacamatanya?..Di mana ya kira-kira?..Hmmm sepertinya pas lampu merah tadi nih..”kata Bunda
Habib ngangguk-ngangguk ajah!
Habib..Habib..
Selesai beres-beres, bekal minum dan biscuit sudah di tas kecil, Habib ikut Ayah dan Bunda.
Sampai di tempat, Bunda naik ke kelas. Habib main sama Ayah.
Kata Ayah, Habib main di dalam ruang kelas sama Ayah.
Ayah kan lagi ngajarin baca seperti Pak Guru dan muridnya.
Habib didudukan di bangku dekat whiteboard, terus Ayah mengambil penghapus dan mengetukkannya ke whiteboard. Seolah-olah membaca.
Tapiiiiii…Habib gak mau…
Habib ngambil penghapus yang ada di Ayah, terus Ayah diminta duduk di kursi dan Habib yang jadi Pak Gurunya…sambil meniru yang dikatakan Ayah tadi,
“Ta..Ta..” katanya.
Ayah tertawa geli.
Terus berhubung kelas akan dipakai sama ibu-ibu BIK akhirnya Habib dan Ayah main di luar lagi. Di luar kelas Habib ternyata masih ingin main di dalam lagi, kan Ayah malu nih ceritanya karena isi kelasnya ibu-ibu semua..hehehe.
Habib dibawa keluar dan nangis..huhuhuhu..
Bunda di atas sampe denger nangisnya Habib, Cuma liat jam masih 5 menit lagi.
Hmmm..jadilah nunggu sampe kelar.
Selesainya Bunda Tatsqif, buru-buru turun dan liat Habib sudah megang segelas air mineral…sambil tertawa digendong Ayah.
“Hehehe….”sapanya dengan tertawa.
“Haus ya Bib, Ayah lupa ya kalo ada air di tas merah?” kata Bunda.
“Emang ada ya…” Tanya Ayah
“Ya..si Ay-Ay…”
“Ayuk kita pulang Bib…pake sepatunya ya.., Hup! Naik motor…Bismillahirrahmanirrahim”..
Di jalan Habib megang kaca-mata Bunda..ternyata jatuh di jalan. Habib sepertinya merasa bersalah gitu loh, karena diam saja dan jari-jari tangannya digerak2an.
“Jatuh ya Nak, kacamatanya?..Di mana ya kira-kira?..Hmmm sepertinya pas lampu merah tadi nih..”kata Bunda
Habib ngangguk-ngangguk ajah!
Habib..Habib..
Comments