Kubah Masjid
Habib sudah mulai tahu kubah Masjid, jadi kalo liat kubah masjid langsung aja teriak
“Tata!.Tata! Wawloh…Bang!..” sambil nunjuk ke arah masjid.
(artinya…Allah Akbar!…Allahu Akbar!..)
Setiap jalan-jalan, di mana aja…kalo liat bentuk kubah masjid langsung tangannya dikeataskan seperti orang takbir dan berkata “Wawloooh…Baang!..”
Sampai pernah ketika Ayah mau shalat, Habib sibuk ikut dan nangis karena gak diajak.
“Mana?…Manna?..” Tanya Habib ke Ayah.
“Ayah mau shalat ke Masjid….”jawab Ayah
“Huwwaaaaaaaa……huwaaa…” nangis deh
Jadilah Bunda ikut nganterin Ayah ke Mushola sambil ngendong Habib. Begitu liat kubah yang ada di mushola teriaklah Habib..”Tata..Tata!” sambil mengangkat tangan takbir. Subhannallah…J
Dan akhirnya, kalo pagi haripun larinya ke arah mushola sambil nunjuk kubahnya dan teriak-teriak Allahu Akbar.
Kalo ditanya “Shalatnya gimana Bi?”
Tangannya disedekapkan di dadanya.
“Tata!.Tata! Wawloh…Bang!..” sambil nunjuk ke arah masjid.
(artinya…Allah Akbar!…Allahu Akbar!..)
Setiap jalan-jalan, di mana aja…kalo liat bentuk kubah masjid langsung tangannya dikeataskan seperti orang takbir dan berkata “Wawloooh…Baang!..”
Sampai pernah ketika Ayah mau shalat, Habib sibuk ikut dan nangis karena gak diajak.
“Mana?…Manna?..” Tanya Habib ke Ayah.
“Ayah mau shalat ke Masjid….”jawab Ayah
“Huwwaaaaaaaa……huwaaa…” nangis deh
Jadilah Bunda ikut nganterin Ayah ke Mushola sambil ngendong Habib. Begitu liat kubah yang ada di mushola teriaklah Habib..”Tata..Tata!” sambil mengangkat tangan takbir. Subhannallah…J
Dan akhirnya, kalo pagi haripun larinya ke arah mushola sambil nunjuk kubahnya dan teriak-teriak Allahu Akbar.
Kalo ditanya “Shalatnya gimana Bi?”
Tangannya disedekapkan di dadanya.
Comments