Jakarta-Tulungagung Trip
Berangkat dari Jakarta naik Kereta Api Gajayana (JKT-MLG). Habib sudah bener-bener heboh waktu mau berangkat karena ikutan manggil taksi sama Ayah ke jalan raya. Dan repotnya Habib gak mau turun dari taksi waktu Ayah mau bantu Bunda angkat barang. Duh! Akhirnya Habib ditinggal di taksi, Bunda buru-buru ke taksi buat nemenin Habib.
Di sepanjang jalan Habib gak bisa diem, ke bayang setiap liat bis atau metromini atau taksi (yang warnanya biru aja yang dibilang taksi…hehehe) pasti Habib teriak “Diissssssss…..Niiiniiiiiii…tasiiiiiiii…..” sambil nunjuk dan kadang ingin naik ke bis, Bunda kerepotan jagainnya.
Sampai di stasiun banyak liat kereta api langsung deh, “Taaa…Piii…, Taa…Pii..”
Yang pengen jalan lah, yang mau naik kereta api parahyangan lah, yang pengen ‘nenen’lah (ini yang paling repot….tapi untungnya Habib bisa dikasihtahu kalo gak boleh ‘nenen’ di tempat umum karena malu)
Begitu kereta datang, langsung diserbu sama penumpang. Habib digendong Bunda, dan Ayah bawa tas. Naik kereta api senang sekali. Langsung liat jendela dan bilang “TaPi..TaPi…Dadaaaaaaaa!” “Dudha..dudha…TaPi..TaPi..Ayah..Ayah..Tapiiii…”
Ayah-Bunda Cuma senyum-senyum aja. Sepanjang jalan Habib gak rewel pas dikasih biscuit sambil makan kok tiba-tiba Habib merem..( padahal itu mulut masih penuh biscuit. Habib tidur sambil duduk di kursi sementara Bunda nemenin disampingnya. Habib sempet mabok juga lho, karena nguncangan keretanya lumayan berat. Bunda aja hampir K.O, tapi alhamdulillah setelah itu Habib dah riang lagi.
Sampai di Stasiun TA terlambat 2 jam!, Huh! Dah pegel2 deh…
Pas keluar stasiun Habib nanyain kemana kereta apinya, dan sempet gak mau naik motor karena pengen naik lagi ke kereta api.
Sampai di rumah Mbah Kam, Habib sempet nangis karena sudah banyak yang nunggu rupanya, dan Habib kaget dengan situasi di sana. Maunya keluar rumah mulu. Akhirnya dirayu dengan Bis mainan. Kebetulan Pakde Habib ada yang jadi supir Bis antar kota jadi punya miniaturnya. Mulai deh keluar cerewetnya, semua orang ditunjukin bis itu sambil bilang kalo itu bis. Hihihi….
Di sepanjang jalan Habib gak bisa diem, ke bayang setiap liat bis atau metromini atau taksi (yang warnanya biru aja yang dibilang taksi…hehehe) pasti Habib teriak “Diissssssss…..Niiiniiiiiii…tasiiiiiiii…..” sambil nunjuk dan kadang ingin naik ke bis, Bunda kerepotan jagainnya.
Sampai di stasiun banyak liat kereta api langsung deh, “Taaa…Piii…, Taa…Pii..”
Yang pengen jalan lah, yang mau naik kereta api parahyangan lah, yang pengen ‘nenen’lah (ini yang paling repot….tapi untungnya Habib bisa dikasihtahu kalo gak boleh ‘nenen’ di tempat umum karena malu)
Begitu kereta datang, langsung diserbu sama penumpang. Habib digendong Bunda, dan Ayah bawa tas. Naik kereta api senang sekali. Langsung liat jendela dan bilang “TaPi..TaPi…Dadaaaaaaaa!” “Dudha..dudha…TaPi..TaPi..Ayah..Ayah..Tapiiii…”
Ayah-Bunda Cuma senyum-senyum aja. Sepanjang jalan Habib gak rewel pas dikasih biscuit sambil makan kok tiba-tiba Habib merem..( padahal itu mulut masih penuh biscuit. Habib tidur sambil duduk di kursi sementara Bunda nemenin disampingnya. Habib sempet mabok juga lho, karena nguncangan keretanya lumayan berat. Bunda aja hampir K.O, tapi alhamdulillah setelah itu Habib dah riang lagi.
Sampai di Stasiun TA terlambat 2 jam!, Huh! Dah pegel2 deh…
Pas keluar stasiun Habib nanyain kemana kereta apinya, dan sempet gak mau naik motor karena pengen naik lagi ke kereta api.
Sampai di rumah Mbah Kam, Habib sempet nangis karena sudah banyak yang nunggu rupanya, dan Habib kaget dengan situasi di sana. Maunya keluar rumah mulu. Akhirnya dirayu dengan Bis mainan. Kebetulan Pakde Habib ada yang jadi supir Bis antar kota jadi punya miniaturnya. Mulai deh keluar cerewetnya, semua orang ditunjukin bis itu sambil bilang kalo itu bis. Hihihi….
Comments